BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Para perajin batu bata di Kabupaten Bekasi didorong untuk memanfaatkan peluang program Gentengisasi yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan untuk mendorong produksi genteng tanah liat sebagai material utama dalam pembangunan rumah subsidi dan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH).
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Bekasi, Nur Chaidir, mengungkapkan bahwa saat ini Kabupaten Bekasi belum memiliki produsen genteng lokal. Selama ini produksi lokal hanya terbatas pada batu bata merah dan itupun jumlahnya semakin terbatas.
“Di Kabupaten Bekasi belum ada yang memproduksi genteng. Produksi lokal hanya batu bata merah, dan itu pun lokasi-lokasinya sudah terbatas,” kata dia, Kamis (09/04).
BACA: Kabupaten Bekasi Daerah Penerima KPR Subsidi Terbanyak
Akibatnya, kebutuhan genteng untuk program Gentengisasi harus dipenuhi dengan suplai dari daerah lain seperti Purwakarta dan Majalengka. “Ini sebetulnya menjadi peluang bagi kita. Makanya kita mendorong UMKM batu bata lokal yang ada di Kabupaten Bekasi untuk mulai beralih atau juga ikut memproduksi genteng. Permintaan genteng saat ini sangat tinggi, terutama untuk mendukung program Gentengisasi,” tambahnya.
Selain itu Nur Chaidir meyakini bahwa program ini tidak hanya akan terbatas pada rumah subsidi dan perbaikan RTLH. Ke depannya, penggunaan genteng tanah liat juga berpotensi diterapkan pada bangunan lain seperti sekolah, kantor pemerintahan, dan fasilitas umum. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mengurangi penggunaan material asbes demi alasan kesehatan dan keselamatan.
“Saat ini kami fokus pada penerima manfaat Rutilahu (RTLH). Sedangkan untuk sektor lain seperti sekolah atau fasilitas umum, itu akan menjadi tanggung jawab dinas terkait,” jelas Nur Chaidir.
Program Gentengisasi sendiri merupakan bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan tidak hanya membangun perumahan rakyat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat dan pelaku UMKM. Program ini telah dimulai dengan pembelian genteng dari sentra UMKM Genteng Jatiwangi di Kabupaten Majalengka.
Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP), Maruarar Sirait, menegaskan pentingnya menjaga kualitas produk UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Ia juga mendorong UMKM penghasil genteng di berbagai daerah untuk ikut berpartisipasi dalam program pemerintah ini.
“Ini adalah wujud nyata kebijakan Presiden Prabowo. Negara hadir bukan hanya untuk membangun rumah, tetapi juga memastikan pembangunan tersebut membawa manfaat langsung bagi rakyat kecil dan UMKM,” ujar Menteri Maruarar.
Ia menambahkan bahwa standar kualitas produk harus menjadi perhatian utama para pelaku UMKM agar produk mereka dapat bersaing di pasar nasional. “UMKM harus memiliki daya saing tinggi dengan menjaga kualitas sesuai standar SNI,” tegasnya. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

















