BERITACIKARANG.COM, SUKATANI – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kabupaten Bekasi berencana membangun Unit Sekolah Baru (USB) untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada tahun 2025. Proyek ini akan difokuskan pada pembangunan gedung sekolah TK Negeri 1 Pembina Sukatani, dengan alokasi anggaran sebesar Rp2,9 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi.
Kepala DCKTR Kabupaten Bekasi, Benny Sugiarto Prawiro, menyatakan bahwa gedung sekolah yang akan dibangun harus memenuhi kriteria tertentu. Selain memiliki daya tahan bangunan yang tinggi, gedung tersebut juga harus memperhatikan aspek estetika.
“Kriteria bangunan gedung sekolah TK Negeri 1 Pembina Sukatani ini nantinya harus sesuai dengan tujuan perencanaan, selain memiliki daya tahan bangunan yang tinggi harus serta memiliki aspek keindahan,” ujar Benny dalam keterangannya.
BACA: TKIT Khoerul Ummam Cikarang Komitmen Cetak Generasi Berkualitas dan Berahlak Mulia
Saat ini, proses lelang pembangunan USB PAUD tersebut sedang berlangsung. Benny menjelaskan bahwa lelang dimulai pada 14 Februari dan akan berlangsung hingga 26 Maret 2025. Setelah dokumen kontrak selesai dibuat, proses pembangunan dapat segera dimulai.
“Proses lelang dimulai sejak 14 Februari hingga 26 Maret 2025. Setelah dokumen kontrak dibuat, proses pembangunan bisa segera dilaksanakan,” tambahnya.
Benny berharap pembangunan USB PAUD ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak sejak dini di Kabupaten Bekasi. Ia juga menegaskan pentingnya perhatian pemerintah daerah terhadap infrastruktur pendidikan untuk semua jenjang, termasuk pendidikan anak usia dini.
“Tentunya infrastruktur pendidikan tidak hanya sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas saja, akan tetapi infrastruktur pendidikan anak sejak dini juga mendapat perhatian pemerintah daerah,” pungkas Benny.
Pembangunan ini diharapkan menjadi langkah maju dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di Kabupaten Bekasi, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak-anak usia dini di wilayah tersebut. (***)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















