Pegawai Ayam Geprek di Serang Baru Diduga Dibunuh, Jasad Ditemukan Dalam Frezer

BERITACIKARANG.COM, SERANG BARU – Kasus tewasnya pegawai ayam geprek di wilayah Perumahan Megaragency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi memasuki babak baru. Belakangan diketahui jasad korban ditemukan di dalam freezer, dalam kondisi mengenaskan akibat dugaan pembunuhan.

AL (38) pemilik usaha ayam geprek  mengatakan korban berniail AH (40). Menurutnya, korban merupakan penjaga ruko dan sesekali membantu berjualan di kiosnya. Insiden ini baru diketahui saat dirinya kembali dari mudik dari mudik ke Cilacap dan mendatangi rukonya pada Sabtu (28/03) pagi. “Saya pagi kesini nengok ruko. Ternyata (karyawan-red) belum ada yang balik. Tadinya karyawan sudah pada ngechat, katanya mau kesini tetapi ternyata nggak ada kabar,” ungkapnya, Minggu (29/03).

Bacaan Lainnya

Merasa ada yang tidak beres, AL kemudian meminta bantuan untuk membuka kiosnya yang terkunci. Ketika memeriksa freezer untuk memastikan persediaan bahan baku ayam, ia menemukan sesuatu yang mencurigakan. Di dalam freezer tersebut terdapat bungkusan yang dibalut dengan selimut dan plastik hitam. “Pas saya periksa freezer, ada bungkusan. Saya coba buka pakai pisau, ternyata ada kulit seperti kulit manusia,” ungkapnya.

BACA: Pegawai Ayam Geprek Ditemukan Tewas di Serang Baru, Penyebab Kematian Belum Diketahui

AL segera melaporkan temuan tersebut ke Polsek Serang Baru. Selain menemukan jasad korban, AL juga menyadari bahwa dua unit sepeda motor miliknya yang sebelumnya ada di kios turut hilang. “Saya langsung lapor ke Polsek karena panik. Saya juga cek motor saya, ternyata hilang dua unit. Dugaan awal saya seperti itu,” jelasnya.

Hingga berita diturunkan, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mengungkap secara utuh kronologi dan latar belakang kejadian. Tim identifikasi dari Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Bekasi juga telah membawa freezer yang diduga menjadi tempat penyimpanan korban.

Kapolsek Serang Baru AKP Hotma menegaskan bahwa seluruh barang bukti akan diperiksa secara forensik untuk mengungkap penyebab kematian korban dan kemungkinan adanya tindak pidana dalam kasus ini. “Semua barang bukti akan diperiksa untuk mendukung penyelidikan,” katanya.

Terkait penyebab pasti kematian korban, Hotma mengatakan masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati. “Penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil autopsi untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait