BERITACIKARANG.COM, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jakarta hingga Jawa Barat sebagai langkah mitigasi proaktif untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, termasuk banjir di Kabupaten Bekasi.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Jawa bagian barat diperkirakan akan mengalami hujan ringan hingga sedang pada 16-23 Januari 2026.
Potensi hujan lebat diperkirakan akan terjadi pada 20-21 Januari 2026, terutama di Banten bagian barat dan selatan, Jakarta Barat, serta Jawa Barat bagian barat. “Hujan sedang hingga lebat juga mungkin terjadi secara bervariasi di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat,” ungkap Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/01).
BACA: Gawat! Banjir Kabupaten Bekasi Meluas, Rendam 41 Desa di 17 Kecamatan
BNPB menjadwalkan pelaksanaan OMC dari tanggal 20 hingga 24 Januari 2026, sebagai tindak lanjut dari rekomendasi BMKG. “Menindaklanjuti rekomendasi BMKG, BNPB akan kembali melaksanakan OMC pada 20-24 Januari 2026,” kata dia.
Sebelumnya, banjir akibat intensitas hujan yang terjadi sejak Sabtu malam (17/01) di Kabupaten Bekasi telah meluas, dengan titik banjir tersebar di 41 desa di 17 kecamatan hingga Minggu malam (18/01).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, melaporkan bahwa jumlah warga yang terdampak mencapai 22.724 kepala keluarga (KK), dengan 5.344 KK di antaranya terpaksa mengungsi ke 20 titik pengungsian yang telah disediakan.
Beberapa wilayah mengalami genangan air dengan tinggi signifikan, seperti Desa Karang Raharja dengan tinggi muka air (TMA) mencapai 200 cm, Desa Tanjungsari 150 cm, serta Desa Wanajaya dan Pasirranji dengan TMA berkisar antara 120-150 cm.
Muchlis, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, menambahkan bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama relawan, termasuk BRIMOB, PMI, TNI/POLRI, dan Destana, terus bersiaga untuk menangani dampak banjir.
Beberapa langkah yang telah dilakukan meliputi pendataan warga terdampak, evakuasi korban, dan distribusi bantuan logistik. Mereka juga melakukan penilaian berkelanjutan di titik-titik rawan dan berkoordinasi dengan instansi teknis untuk langkah penanganan lebih lanjut.
Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama jika intensitas hujan kembali meningkat. Warga juga diminta untuk memastikan keamanan instalasi listrik di rumah guna mencegah potensi bahaya tambahan.
“Jika diperlukan, masyarakat dapat segera menghubungi layanan darurat untuk mendapatkan bantuan evakuasi dengan menghubungi BPBD Kabupaten Bekasi di 0812-1907-1900,” tutupnya. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















