neneng debat kandidat
neneng debat kandidat

Menyela di Acara Debat Kandidat, Neneng disoraki Penonton

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Bupati Petahana, Neneng Hasanah Yasin tampaknya tidak terima saat pasangan Obon Tabroni – Bambang Sumaryono menyindir tentang bobroknya birokrasi di Kabupaten Bekasi khususnya dalam hal pelayanan publik saat debat kandidat Pilkada Kabupaten Bekasi, Senin (06/02) kemarin. Neneng bahkan sempat menyela pernyataan Obon sehingga dia pun disoraki.

Awalnya, pasangan nomor urut 3, Obon Tabroni dan Bambang Sumaryono pada segmen 4, mengajukan pertanyaan kepada pasangan nomor urut 5, Neneng Hasanah Yasin dan Eka Supriatmaja.

“Tadi dalam visi misi ibu Neneng sudah disampaikan tentang proses memperbaiki kinerja terutama Aparatur Sipil Negara (ASN) ada konsep Reward (Penghargaan) dan Punishment (Hukuman) dan konsep-konsep lainnya. Tetapi dalam perjalannya, masih banyak masyarakat yang mengeluhkan KTP lama bikin KK dan lain-lain. Nah saya mau tanya, kira-kira kenapa sih kemarin muncul permasalahan seperti itu,” tanya Obon.

Sementara itu Bambang menambahkan dalam APBD tahun 2015 ada peningkatan alokasi anggaran belanja untuk pegawai. Seharusnya hal ini bisa meningkatkan kinerja para pegawai selama Neneng menjabat sebagai Bupati Bekasi. “Tetapi kenyataannya hal itu tidak terjadi,” ucapnya.

“Persoalan e-KTP yang lama dan termasuk KK (Kartu Keluarga) ini persoalan Se-Indonesia, peraturan yang baru satu orang satu identitas, itu pasti akan membuat lama karena se-Indonesia sekarang blanko e-KTP sedang kosong,” jawab Neneng.

Pasangan Obon – Bambang pun dipersilahkan oleh moderator Cindy Sistyarani untuk memberikan tanggapan atas jawaban Neneng. “Soal KTP, yang kita bingungkan daerah lain kenapa bisa turun, masuk ke kecamatan, ke desa dan lain sebagainya tetapi kita sulit,” kata Obon.

Seolah tak terima dengan pernyataan tersebut, Neneng langsung menyela dan mengaku sudah melakukan hal itu. Untungnya, moderator langsung memotongnya. “Bu Neneng, waktunya paslon nomor tiga memberikan tanggapan,” tegas Cindy.

Sontak ratusan penonton yang hadir di Gedung Gold dan Silver, Kompas TV mendadak gaduh dan menyoraki Neneng Hasanah Yasin.

Dalam kesempatan itu, Bambang Sumaryono juga menjabarkan hasil penelitian Ombudsman Repubik Indonesia, yang menyatakan bahwa tingkat pelayanan publik di yang dirasakan masyarakat Kabupaten Bekasi masih rendah dan berada di posisi ke 18 se- Provinsi Jawa Barat.

Ditemui usai acara, Neneng  tidak mempermasalahkan jika banyak yang menyinggungnya saat debat kandidat berlangsung. Menurutnya itu adalah hal biasa. “Disinggung waktu debat, mudah-mudahan ini meniadi awal kemenangan bagi kita untuk melanjutkan pembangunan di Kabupaten Bekasi,” kata dia.

Dalam debat kandidat yang bedurasi 90 menit itu, selain dihadiri pasangan Obon Tabroni – Bambang Sumaryono dan Neneng Yasin – Eka SUpriatmaja, juga turut diikuti pasangan calon lainnya seperti Meilina Kartika Kadir – Abdul Kholik, Sa’duddin – Ahmad Dhani dan Iin Farihin – KH. Mahmud Al Hafidz. Setiap paslon diberikan waktu satu hingga satu setengah menit untuk menyampaikan visi misi, bertanya ataupun memberi tanggapan.(BC)