Kasus Pembunuhan di Kios Ayam Geprek Serang Baru, Polisi Tangkap 2 Pelaku

Polisi menangkap terduga pelaku pembunuhan yang menyembunyikan korbannya di dalam alat pembeku makanan atau freezer di kios ayam geprek yang terletak di perumahan Megaregency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.
Polisi menangkap terduga pelaku pembunuhan yang menyembunyikan korbannya di dalam alat pembeku makanan atau freezer di kios ayam geprek yang terletak di perumahan Megaregency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.

BERITACIKARANG.COM, SERANG BARU – Polisi menangkap terduga pelaku pembunuhan yang menyembunyikan korbannya di dalam alat pembeku makanan atau freezer di kios ayam geprek yang terletak di perumahan Megaregency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.

“Dua pelaku yang diamankan masing-masing berinisial DS alias A dan S. Keduanya ditangkap pada Minggu (29/3) pukul 09.30 WIB di Desa Sindang Panji, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka,” kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim dalam keterangannya, Senin (30/03).

Bacaan Lainnya

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap dua pelaku yang tak lain ada rekan kerja korban di kios ayam goreng tersebut. “Penyidik masih terus menelusuri keterlibatan masing-masing pelaku, termasuk peran saat kejadian, rangkaian tindak pidana, hingga dugaan upaya menghilangkan jejak setelah peristiwa itu terjadi,” kata dia.

Dia mengatakan penanganan kasus tersebut dilakukan dengan mengedepankan scientific crime investigation. Karena itu, setiap tahapan penyidikan dilakukan secara hati-hati, objektif, dan berbasis alat bukti agar perkara tersebut dapat dibuka secara utuh.  “Setiap tahapan dilakukan secara hati-hati agar peristiwa ini bisa terungkap secara utuh,” ungkapnya.

BACA: Pegawai Ayam Geprek Ditemukan Tewas di Serang Baru, Penyebab Kematian Belum Diketahui

Sebelumnya, kasus tewasnya pegawai ayam geprek di wilayah Perumahan Megaregency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi memasuki babak baru. Belakangan diketahui jasad korban ditemukan di dalam freezer, dalam kondisi mengenaskan akibat dugaan pembunuhan.

AL (38) pemilik usaha ayam geprek  mengatakan korban bernisiail AH (40). Menurutnya, korban merupakan penjaga ruko dan sesekali membantu berjualan di kiosnya. Insiden ini baru diketahui saat dirinya kembali dari mudik dari mudik ke Cilacap dan mendatangi rukonya pada Sabtu (28/03) pagi.

“Saya pagi kesini nengok ruko. Ternyata (karyawan-red) belum ada yang balik. Tadinya karyawan sudah pada ngechat, katanya mau kesini tetapi ternyata nggak ada kabar,” ungkapnya, Minggu (29/03).

Merasa ada yang tidak beres, AL kemudian meminta bantuan untuk membuka kiosnya yang terkunci. Ketika memeriksa freezer untuk memastikan persediaan bahan baku ayam, ia menemukan sesuatu yang mencurigakan. Di dalam freezer tersebut terdapat bungkusan yang dibalut dengan selimut dan plastik hitam.

“Pas saya periksa freezer, ada bungkusan. Saya coba buka pakai pisau, ternyata ada kulit seperti kulit manusia,” ungkapnya.

AL segera melaporkan temuan tersebut ke Polsek Serang Baru. Selain menemukan jasad korban, AL juga menyadari bahwa uang Rp500 ribu dan dua unit sepeda motor miliknya yang sebelumnya ada di kios turut hilang. “Saya langsung lapor ke Polsek karena panik. Saya juga cek motor saya, ternyata hilang dua unit. Dugaan awal saya seperti itu,” jelasnya.

Hingga berita diturunkan, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mengungkap secara utuh kronologi dan latar belakang kejadian. Tim identifikasi dari Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Bekasi juga telah membawa freezer yang diduga menjadi tempat penyimpanan korban.

Kapolsek Serang Baru AKP Hotma menegaskan bahwa seluruh barang bukti akan diperiksa secara forensik untuk mengungkap penyebab kematian korban dan kemungkinan adanya tindak pidana dalam kasus ini. “Semua barang bukti akan diperiksa untuk mendukung penyelidikan,” katanya.

Terkait penyebab pasti kematian korban, Hotma mengatakan masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati. “Penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil autopsi untuk penyelidikan lebih lanjut. Ditangani Jatanras Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi,” katanya. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait