Kabupaten Bekasi Kaderisasi Ahli Tafsir Moderat Berbasis Teknologi Informasi

Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan memberikan laptop bagi peserta yang lolos seleksi Pendidikan Kader Ulama (PKU) MUI Kabupaten Bekasi. Para dai muda diminta untuk mengaktualisasikan ilmu tafsir yang dimiliki melalui teknologi digital serta menyampaikan dakwah dengan dakwah yang santun dan inklusif.
Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan memberikan laptop bagi peserta yang lolos seleksi Pendidikan Kader Ulama (PKU) MUI Kabupaten Bekasi. Para dai muda diminta untuk mengaktualisasikan ilmu tafsir yang dimiliki melalui teknologi digital serta menyampaikan dakwah dengan dakwah yang santun dan inklusif.

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT  –  Sebanyak 40 orang dai muda di Kabupaten Bekasi mengikuti Pendidikan Kader Ulama (PKU) yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi.

Direktur PKU MUI Kabupaten Bekasi, Prof Dr Mahmud menjelaskan PKU ini merupakan program kerja yang sudah dicanangkan MUI Kabupaten Bekasi. Berdasarkan hasil seleksi dari ratusan pendaftar hanya 40 orang yang lolos.

Bacaan Lainnya

“Ada 31 orang laki-laki dan 9 perempuan. Dan ke 40 orang ini dijamin bisa membaca kitab kuning,” kata Prof Dr Mahmud saat menghadiri Studium Generale dengan tema membentuk kader ulama ahli tafsir berbasis teknologi informasi, yang digelar di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Komplek Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Selasa (25/07).

BACA: Dai dan Ulama Kabupaten Bekasi Didorong Melek Teknologi

Kegiatan yang merupakan rangkaian awal PKU ini dihadiri Guru Besar Tafsir dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. DR. Said Agil Al-Munawwar, Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi BN Holik, Ketua MUI Kabupaten Bekasi KH Madrais Hajar, dan Ketua MUI Jabar, Prof Dr. Rahmat Syafii.

Prof Dr Mahmud menambahkan PKU tahun ini dikhususkan (takhossush) agar peserta menjadi ahli tafsir qur’an. Sementara untuk tahun-tahun mendatang bisa mengarah ke ahli tafsir hadits dan ahli fikih. “Karena ada penelitian bahwa kecenderungan ulama kita jadi ahli segala, tetapi tidak mendalam. Padahal ilmu kedokteran misalnya sudah mengarah kepada spesialisasi,” jelasnya.

Selain itu lulusan PKU angkatan pertama ini nantinya diharapkan dapat memahami wawasan keagamaan yang moderat hingga pemanfaatan teknologi informasi dalam berdakwah. “Kita ingin kader PKU ini lulusannya, tidak ada lagi yang wawasan kebangsaannya yang masih mempersoalkan Pancasila, UUD, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI,” kata dia.

Pos terkait