BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi meminta Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja serius dalam menangani kasus pencemaran kali di Kabupaten Bekasi. Salah satunya adalah dengan menjatuhakan sanksi tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti mencemari sungai.
BACA: Duh! Kali di Dekat Rumah Bupati Bekasi Kembali Hitam dan Bau Menyengat
“Jika Bupati diam saja, itu tidak bisa menyelesaikan masalah. Artinya Bupati harus berani menegor dan memberi sanksi kepada Dinas Lingkungan Hidup kaitan dengan pencemaran yang masih saja terjadi di sungai-sungai yang ada di Kabupaten Bekasi,” kata anggota Komisi III DPRD kabupaten Bekasi, Uriyan Riana, Jum’at (28/06).
Menurut politisi Partai Keadilaan Sejahtera itu, setiap laporan mengenai dugaan pencemaran harus ditindaklanjuti secara serius melalui langkah-langkah nyata oleh Bupati Eka selaku atasan Dinas Lingkungan Hidup.
“Bupati harus mampu menekan Dinas Lingkungan Hidup untuk mengungkapnya baik di Kali Cikarang, Kali CBL ataupun Kali Cilemahabang. Harus dikejar orangnya siapa. Kalau itu perusahaan, cari pabriknya mana dan kasih sanksi yang tegas,” tuturnya.
Jika tidak ditangani dengan serius dan tegas, persoalan pencemaran lingkungan dipastikan akan merusak generasi mendatang. “Sama saja anak dan cucu kita dibiarkan makan limbah. Ini persoalan serius bagi persoalan masyarakat ke depan,” ucapnya.
Dewan sangat mendukung jika nanti diambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pencemaran sehingga nanti publik juga bisa menilai, apakah ada keseriusan dan ketegasan bupati menindaklanjuti persoalan ini atau tidak.
BACA: Air Kali Cikarang di Sukakarya Berubah Warna Jadi Merah
“Bupati yang sekarang harus berani tampil beda dibanding bupati-bupati sebelumnya, kalau dia mau berhasil. Jadi apa yang dia lakukan bukan hanya rutinitas dia sebagai seorang pejabat tetapi harus memiliki gebrakan, kerja-kerja kreatif karena waktunya sangat terbatas. Kalau dia tidak kerja efektif, cerdas dan tepat sasaran maka di sisa jabatannya dia hanya akan menghabiskan waktu dan anggaran dengan sia-sia,” kata dia.
Sementara itu Eka mengaku sudah mengintruksikan jajarannya di Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan upaya atau langkah inovatif menuntaskan persoalan itu. “Di kita itu memang banyak sekali permasalahan, salah satunya permasalahan lingkungan,” kata Eka.
Menurut Eka, banyak kali di Kabupaten Bekasi yang sudah tercemar, bahkan warnanya kerap berubah seperti oli. Eka pun meminta masyarakat bersabar karena persoalan ini sudah menjadi perhatiannya.
“Kali di kita itu memang banyak sekali yang tercemar. Tiga hari bening, kesananya sudah kayak oli. Ini sudah menjadi perhatian kita termasuk persoalan sampahnya” kata dia. (BC)