BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Banjir yang terjadi di Kabupaten Bekasi meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) wilayah setempat mencatat hingga Minggu (18/01) malam sekitar pukul 19.00 WIB titik banjir tersebar di 41 desa yang ada di 17 kecamatan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan pihaknya terus memantau situasi terkini serta melakukan langkah-langkah penanganan terhadap bencana banjir yang melanda di sejumlah wilayahnya.
“Berdasarkan data terbaru, hingga Minggu, 18 Januari 2026 pukul 19.00 WIB, titik banjir di Kabupaten Bekasi terdapat di 41 desa yang ada di 17 kecamatan. Adapun jumlah warga yang terdampak sebanyak 22.724 kepala keluarga (KK) dan 5.344 KK di antaranya terpaksa mengungsi ke 20 titik pengungsian yang telah disediakan,” ungkapnya.
Beberapa wilayah dilaporkan mengalami genangan air dengan tinggi signifikan seperti di Desa Karang Raharja dengan tinggi muka air (TMA) mencapai 200 cm, Desa Tanjungsari: TMA mencapai 150 cm, Desa Wanajaya dan Desa Pasirranji: TMA berkisar antara 120-150 cm.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis menammbahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dan unsur relawan, termasuk BRIMOB, PMI, TNI/POLRI, serta Destana, terus bersiaga di lapangan untuk menangani dampak banjir.
“Beberapa langkah yang telah dilakukan meliputi pendataan warga terdampak, evakuasi korban, dan distribusi bantuan logistic. Kemudian melakukan penilaian berkelanjutan di titik-titik rawan dan berkoordinasi dengan instansi teknis untuk langkah penanganan lebih lanjut,” kata dia.
Pihaknya mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada, terutama jika intensitas hujan kembali meningkat dalam beberapa hari ke depan. Tak hanya itu, warga diminta memastikan keamanan instalasi listrik di rumah masing-masing guna mencegah potensi bahaya tambahan.
“Jika diperlukan, masyarakat dapat segera menghubungi layanan darurat untuk mendapatkan bantuan evakuasi dengan menghubungi BPBD Kabupaten Bekasi di 0812-1907-1900,” tutupnya. (DIM)
















