150 Ton Jagung Diproduksi di Kabupaten Bekasi

Panen Raya Jagung oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di Kampung Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Kamis (08/01).
Panen Raya Jagung oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di Kampung Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Kamis (08/01).

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Kabupaten Bekasi menjadi tuan rumah pelaksanaan Panen Raya Jagung Serentak kuartal IV Tahun 2025 di Kampung Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Kamis (08/01).

Panen raya dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional ini dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Haryadi atau Titiek Soeharto hingga Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja.

Bacaan Lainnya

Panen raya jagung serentak ini merupakan bagian dari rangkaian panen nasional yang dilaksanakan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di lahan seluas 47.830 hektare dengan estimasi produksi mencapai 743.522 ton jagung di seluruh Indonesia.

Kapolri mengatakan, kepolisian terus mendorong percepatan swasembada jagung melalui pemanfaatan lahan pertanian di berbagai daerah.

“Selama satu tahun terakhir Polri memaksimalkan peran dalam mendukung swasembada jagung. Dari sekitar 1,3 juta hektare lahan yang kami identifikasi, 586 ribu hektare telah ditanami sepanjang tahun 2025,”  kata dia.

Ia menambahkan, kontribusi Polri dalam program swasembada jagung telah mencapai sekitar 3,4 hingga 3,5 juta ton dan ditargetkan terus meningkat pada tahun 2026.

Plt Bupati Bekasi Dr. Asep Surya Atmaja menyampaikan bahwa Kabupaten Bekasi tetap berkontribusi dalam panen raya jagung nasional meskipun dikenal sebagai kawasan industri.

“Alhamdulillah, hari ini Kabupaten Bekasi melaksanakan panen raya jagung di lahan seluas 25 hektare dengan hasil sekitar 150 ton. Produktivitasnya mencapai 6 hingga 10 ton per hektare,” kata dia,

Asep Surya Atmaja menambahkan, lahan jagung di Kampung Tembong Gunung akan dikembangkan menjadi 50 hektare sebagai upaya berkelanjutan mendukung ketahanan pangan daerah.

“Ini membuktikan bahwa Kabupaten Bekasi tidak hanya sebagai kawasan industri, tetapi juga mampu menghasilkan produk pertanian,” katanya.

Dirinya juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas petani melalui pendampingan dan penyuluhan agar hasil pertanian semakin optimal dan berkelanjutan.  (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait