Tuniatun (kiri) didampingi putranya saat menjaga cucunya Ratu Armelia Anabella Saputri (10) yang dirawat di ruang Sadewa II RS. Bhakti Husada Cikarang sejak Senin (19/02) - Sabtu (24/02) lalu menggunakan Surat Jaminan Pelayanan (SJP) Kesehatan.
Tuniatun (kiri) didampingi putranya saat menjaga cucunya Ratu Armelia Anabella Saputri (10) yang dirawat di ruang Sadewa II RS. Bhakti Husada Cikarang sejak Senin (19/02) - Sabtu (24/02) lalu menggunakan Surat Jaminan Pelayanan (SJP) Kesehatan.

Oknum Dokter di RS Bhakti Husada Cikarang Diduga Perlakukan Keluarga Pasien Tidak Wajar

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG UTARA  – Salah seorang warga Desa Karang Baru Kecamatan Cikarang Utara mengeluhkan pelayanan yang diberikan oknum dokter di Rumah Sakit Bhakti Husada Cikarang.

Tuniatun (50) harus menerima bentakan dari MH alias R dokter spesialis anak di rumah sakit tersebut disaat menanyakan penyakit yang diderita cucunya, Ratu Armelia Anabella Saputri (10) pada Jum’at (23/02) siang sekitar pukul 11.00 WIB yang dirawat di ruang Sadewa II RS. Bhakti Husada Cikarang menggunakan Surat Jaminan Pelayanan (SJP) Kesehatan.

“Jadi cucu saya perutnya sakit dan ada bercak-bercak merah di kulitnya. Katanya sih sakit karena infeksi saluran kencing,” kata Tuniatun saat menghadiri pertemuan dengan perwakilan RS. Bhakti Husada Cikarang di kediamannya, Minggu (25/02) malam.

Untuk memastikan penyakit yang dialami cucunya, ia pun menanyakan  kepada MH alias R terkait hal itu. Bukanya memperoleh jawaban, Tuniatun justru mendapat bentakan dari oknum dokter tersebut.

“Waktu itu saya nangis, saya merasa dipermalukan di depan umum. Harga diri saya dimana, saya diomelin gitu? Suami atau anak saya aja nggak pernah kok ngomel-ngomel kayak gitu ke saya,” keluhnya.

“Dimana-mana, yang namanya keluarga pasien mah wajar dong nanya sama dokter. Saya juga diajarin kok sama suster-susternya kalau ada dokter rewel aja, banyakin nanya. Tapi kok dokternya kayak gitu?” imbuhnya.

Atas perlakuan tidak menyenangkan yang diterimanya, Tuniatun pun meminta agar MH alias R datang dan meminta maaf kepada dirinya. “Saya nggak punya urusan sama yang lain ataupun sama rumah sakitnya. Saya cuma pengen dokternya yang datang, terlepas saya mau memaafkan atau nggak,” cetusnya.

Humas RS. Bhakti Husada Cikarang, Nova usai mendengarkan keluhan Tuniatun menyampaikan permintaan maaf atas tindakan yang dilakukan oleh MH alias R. Ia pun berjanji akan memfasilitasi keinginan Tuniatun untuk mempertemukan pihak keluarga pasien dengan MH alias R.

“Tetapi sebelumnya, tentu saya harus berkordinasi terlebih dahulu dengan Wadiryanmed (Wakil Direktur Layanan Medis) untuk mengatur waktu pertemuannya,” kata Nova. (BC)