Kakek di Muaragembong Tewas Disengat Tawon Predator, Lima Luka-luka

Tim Evakuasi dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi saat memusnahkan sarang tawon yang menjadi biang kerok meninggalnya SUT (74) di Kp. Kedung Bokor RT 001/008 Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Senin (16/12) malam.
Tim Evakuasi dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi saat memusnahkan sarang tawon yang menjadi biang kerok meninggalnya SUT (74) di Kp. Kedung Bokor RT 001/008 Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Senin (16/12) malam.

BERITACIKARANG.COM, MUARAGEMBONG –  Seorang pria paruh baya berinisial SUT (74) asal Kp. Kedung Bokor RT 001/008 Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong meninggal dunia karena disengat tawon predator jenis Vespa Affinis.  SUT diduga meninggal karena terlalu banyak sengatan di tubuhnya.

“Kemungkinan ada lebih dari 50 tawon yang menyengat korban. Di bagian atas badan kira-kira 30 titik sengatan, di kaki 20,” kata Komandan Regu Tim Evakuasi dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi Adhi Nugroho, Selasa (17/12).

Bacaan Lainnya

Peristiwa itu berawal ketika tetangga korban, yakni SUK (60) hendak memusnahkan sarang tawon yang ada di atap rumahnya dengan cara disodok menggunakan batang bambu pada Rabu 11 Desember 2019 lalu.  “Saat itu koloni tawon berhamburan keluar. Korban yang kebetulan tengah melintas di bawahnya lalu diserang sementara pemilik rumah berhasil menyelamatkan diri,” tuturnya.

Akibat sengatan koloni tawon predator tersebut, korban terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Namun setelah dua malam, nyawanya tak tertolong.  “Faktor usianya yang sudah tua membuat korban tidak dapat menghindari dari keganasan serangan tawon tersebut,” kata dia.

Saat ini, sambungnya, Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi telah memusnahkan sarang tawon yang menjadi biang kerok meninggalnya SUT. “Setelah mendapatkan laporan kita langsung bergerak ke lokasi dan dari hasil penyisiran di lokasi sarang tawon tersebut ternyata sudah cukup tua,” tuturnya.

Selain menyerang SUT, 5 orang warga lain yakni AN (30), NAR (30), MIL (15), LIN (18) dan KOM (46) juga kena sengat pada saat yang sama, namun jumlah tawon yang menyerang mereka dapat dihitung jari. “Mereka tidak sampai menjalani perawatan. Walaupun pasti dampaknya (apabila diserang tawon predator) itu nyeri otot, panas, demam,” kata Adhi.

Ia menghimbau kepada masyarakat apabila menemukan sarang tawon yang lain jangan mengambil tindakan sendiri dan segera menginformasikan kepada Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi untuk penanganan lebih lanjut. “Karena tawon ini memang berbahaya dan telah memakan korban. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” kata dia. (BC)

Pos terkait