Meskipun atap ruangan kelasnya berlubang, para pelajar di SDN 05 Pasirranji tetap antusias mendapatkan transfer ilmu dari para gurunya, Senin (08/05). SDN 05 Pasirranji ini rencananya menjadi salah satu sekolah yang akan direhab oleh Dinas PUPR Kabupaten Bekasi di tahun 2019 nanti.
Meskipun atap ruangan kelasnya berlubang, para pelajar di SDN 05 Pasirranji tetap antusias mendapatkan transfer ilmu dari para gurunya, Senin (08/05). SDN 05 Pasirranji ini rencananya menjadi salah satu sekolah yang akan direhab oleh Dinas PUPR Kabupaten Bekasi di tahun 2019 nanti.

Hanya Berjarak 3 KM dari Kantor Bupati, Masih Ada Siswa SD Negeri Belajar di Ruang Kelas Tak Layak

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Kondisi sekolah khususnya Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Bekasi banyak yang rusak parah dan memprihatinkan. Kondisi ini seperti yang terjadi di SDN 05 Pasirranji, Kecamatan Cikarang Pusat.

Bangunan kelas di sekolah yang berlokasi di Kampung Cimahi, RT 002/006, Desa Pasirranji dan berjarak sekitar 3 kilometer dari pusat Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bekasi itu, atapnya berlubang dan plafonnya rapuh sehingga dikhawatirkan akan menimpa murid yang tengah belajar.

Meskipun atap ruangan kelasnya berlubang, para pelajar di sekolah tersebut tetap antusias mendapatkan transfer ilmu dari para gurunya. Kerusakan itu terdapat di ruangan kelas I, kelas II, kelas III, ruang guru dan kepala sekolah (Kepsek), atap ruang tunggu orang tua siswa dan atap kamar mandi.

“Sekolah kami dibangun pada tahun 2002. Hingga kini belum pernah mendapatkan bantuan perbaikan dari pemerintah. Padahal kami selalu mengajukannya dalam setiap kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) maupun menggunakan proposal kepada pihak dinas terkait,” ujar Kepala Sekolah SDN 05 Pasirranji, Masitoh, Senin (08/10).

Menurutnya, kondisi ini diperparah jika hujan turun. Pasalnya, air hujan langsung masuk ke dalam kelas dan murid-murid terganggu saat belajar. Apalagi yang di ruangan kelas III, gentingnya sampai berlubang.

“Di kelas I terdapat 23 siswa, kelas II tedapat 29 siswa dan kelas III terdapat 20 siswa,” ucapnya.

Dia berharap pemerintah dapat segera melakukan perbaikan terhadap sekolah yang dipimpinnya tersebut agar anak-anak dapat belajar dengan nyaman tanpa resah ketika turun hujan. “Di ruangan guru juga atapnya berlubang. Kalau hujan airnya langsung membahasi berkas-berkas,” kata dia. (BC)

Baca Juga

Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Zaenudhin

Zaenudhin Mengundurkan Diri dari Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Ada Apa?

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT  – Salah satu anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera …

error: