BPBD Kabupaten Bekasi Kembangkan Desa Tangguh Bencana

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Adeng Hudaya saat menyampaikan materi pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Harapan Jaya, Kecamatan Muaragembong beberapa waktu lalu.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Adeng Hudaya saat menyampaikan materi pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Harapan Jaya, Kecamatan Muaragembong beberapa waktu lalu.

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT  – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) di sejumlah wilayah rawan bencana. Pembentukan Destana merupakan salah satu strategi BPBD Kabupaten Bekasi dalam upaya pengurangan resiko bencana di wilayahnya.

“Jadi pembentukan Destana merupakan strategi pengurangan resiko bencana oleh pemerintah dengan cara menumbuhkan kemandirian masyarakat dalam penanggulangan bencana,” kata  Kepala Seksi Cegah Siaga di BPBD Kabupaten Bekasi, Agus Suparno, Kamis (31/10).

Bacaan Lainnya

Di tahun 2019 ini, sambungnya, BPBD Kabupaten Bekasi telahmembentuk 4 Destana, yakni di Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Cikarang Pusat; Desa Sukadaya, Kecamatan Sukawangi; Desa Pantai Harapan Jaya dan Desa Pantai Sederhana di Kecamatan Muaragembong.

“Dengan adanya Destana diharapkan terwujud masyarakat yang sadar akan bencana, memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi serta menghadapi potensi ancaman bencana. Dan yang tidak kalah penting, mereka akan mampu memulihkan diri dengan segera dari segala dampak bencana,” tuturnya.

Meski demikian, untuk mewujudkannya dibutuhkan sinergitas antara tiga pilar, yakni unsur pemerintah, industri dan masyarakat. “Karena semakin banyak yang terlibat, maka dimungkinkan semakin baik dan ringan pula dalam penanganannya, terlebih masyarakat yang berada di garda terdepan,” kata dia.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Adeng Hudaya berharap keberadaan Destana menjadi langkah strategis dalam menumbuhkan kemandirian masyarakat dalam Penanggulangan Bencana, meningkatkan respon time penanganan, adanya partisipatif masyarakat yang kuat serta adanya upaya preventif melalui mitigasi non structural guna meminimalisir korban.

“Ke depan, kita akan terus mengembangkan dan membentuk Destana di desa lain di Kabupaten Bekasi. Kita akan terus berupaya meminimalisir potensi dampak bencana dan mudah-mudahan masyarakat akan semakin terbiasa mandiri dalam menghadapi bencana, khususnya bagi mereka yang tinggal di wilayah rawan,”tutupnya. (BC)

Pos terkait