Cuitan yang diposting akun @wahyoesure pada Kamis (21/03) siang itu langsung respon Eka Supria Atmaja . Dalam postingannya, orang nomor satu di Kabupaten Bekasi itu mengaku sudah memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.
Cuitan yang diposting akun @wahyoesure pada Kamis (21/03) siang itu langsung respon Eka Supria Atmaja . Dalam postingannya, orang nomor satu di Kabupaten Bekasi itu mengaku sudah memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

Persoalan Bau Busuk PT Pahala Bahari Nusantara Kembali Dikeluhkan, Warganet Ngadu Ke Plt Bupati

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG SELATAN – Persoalan bau busuk yang ditimbulkan PT  Pahala Bahari Nusantara yang beroperasi di Kawasan Industri Deka, Jl. Raya Gemalapik, Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan kembali dikeluhkan.

Kali ini, keberadaan perusahaan yang memproduksi ikan dalam kemasan kaleng ini diadukan salah seorang warganet kepada Plt Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja melalui sosial media.

“Pak @ekasupriatmaja PT. Bahari Nusantara di Desa pasir sari Tolong di tindak pak.. bau bangkai busuk nya tiap hari serasa di pelelangan ikan. Warga Kp.Tegal Luhur Ds.Cibatu sudah mulai resah,” tulis akun twitter @wahyoesure.

Cuitan yang diposting pada Kamis (21/03) siang itu langsung respon Eka Supria Atmaja . Dalam postingannya, orang nomor satu di Kabupaten Bekasi itu mengaku sudah memerintahkan jajarannya untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

“bang @wahyoesure siang tadi saya sudah memerintahkan dinas Lingkungan Hidup utk segera menindaklanjuti hal ini. Terima kasih atas masukannya,” tulis @ekasupriatmaja.

Diketahui, keberadaan PT Pahala Bahari Nusantara sudah cukup lama dikeluhkan warga karena menimbulkan bau tak sedap dari sisa ikan yang diolah. Bahkan di bulan Mei 2013 silam, Pemkab Bekasi pernah memberikan sanksi administratif dan mendesak agar perusahaan yang berdiri sejak tahun 2009 ini melakukan upaya untuk mengurangi pencemaran udara yang dikeluhkan warga. Pasca pemberian sanksi, bau busuk sempat hilang. Namun, kondisi itu hanya bertahan selama satu bulan dan setelah itu muncul lagi, bertahan hingga saat ini. (BC)

Baca Juga

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja bersama istri melakukan pencoblosan Pemilu 2019 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 11 tepatnya di Jl. Urip Sumoharjo, Gg. Mushola Miftahul Jannah, RT 01/04 Desa Waluya,Kecamatan Cikarang Utara, Rabu (17/04) | Foto: Humas Pemkab Bekasi

Nyoblos Bareng Istri di TPS 11, Plt Bupati: Ayo Gunakan Hak Pilih dan Awasi Pemilu 2019

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG UTARA – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja bersama istri melakukan …

Soal Penyampaian LHKPN ke KPK, Plt Bupati: Sudah Disusun, Tinggal Kirim

BERITACIKARANG.COM, CIBARUSAH PUSAT – Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) mencatat tingkat kepatuhan pejabat Pemerintah Kabupaten Bekasi …