Obon Tabroni dan Meilina Kartika Kadir berjabat erat usai berdiskusi bersama dalam kegiatan bertajuk Kesempatan Kerja dan Upah Buruh dalam Masyarakat Ekonomi Asia Tenggara (MEA), Kamis, (30/06) sore.
Obon Tabroni dan Meilina Kartika Kadir berjabat erat usai berdiskusi bersama dalam kegiatan bertajuk Kesempatan Kerja dan Upah Buruh dalam Masyarakat Ekonomi Asia Tenggara (MEA), Kamis, (30/06) sore.

Meilina Kartika Kadir Sambangi ‘Kandang’ Obon. Ada Apa?

BERITACIKARANG.COM, TAMBUN SELATAN  –  Bakal Calon Bupati Bekasi dari PDI Perjuangan, Meilina Kartika Kadir masuk ke kandang Bakal Calon Bupati Bekasi dari jalur perseorangan, Obon Tabroni di Obon Tabroni Center (OTC), Kamis (30/06). Kehadirannya ke lokasi tersebut dalam rangka berdiskusi dengan Obon Tabroni dalam kegiatan bertajuk Kesempatan Kerja dan Upah Buruh dalam Masyarakat Ekonomi Asia Tenggara (MEA).

Keduanya memiliki pandangan yang sama mengenai bagaimana kesempatan kerja dan upah buruh di Kabupaten Bekasi. Perempuan berhijab yang akrab disapa Melly ini menjelaskan, bahwa ada sejumlah hal yang harus diantisipasi terkait dengan MEA.

“Masyarakat yang ingin bekerja ini harus punya keterampilan – keterampilan yang diinginkan oleh setiap investor atau setiap pabrik,” ujarnya.

Mengenai upah buruh, Melly menilai wajar kalau buruh meminta kenaikan. Asalkan, sambung dia, buruh yang meminta kenaikan gaji bisa menyesuaikan dengan kontribusinya ke perusahaan.

“Bagi saya sah – sah saja pada saat kita bisa memberikan kontribusi juga dengan komitmen upah yang diinginkan oleh para buruh tapi bisa memberikan kontribusi juga untuk investor atau pabrik yang menginginkan,” ucapnya.

Sementara itu, Obon Tabroni mengatakan perlu adanya peningkatan kemaampuan dan produktifitas para buruh. Bukan berarti, sambung Obon, produktifitas buruh yang ada tidak maksimal. Akan tetapi jika dibandingkan dengan Negara lain terkadang etos kerja, kemampuan dan produktifitas kita masih kalah bersaing.

“Ketika bicara banyak Negara lain, bicara produktifitas kita suka ketinggalan termasuk juga skill ini harus ditinggkatkan, disitu ada peran pemerintah,” kata dia.

Ia menyatakan, untuk meningkatkan kemampuan para buruh maka perlu ada Balai Latihan Kerja (BLK) yang diadakan oleh pemerintah. Dirinya pun mengaku sudah berkomunikasi dengan beberapa investor dan mempertanyakan perihal skill dan produktifitas pekerja yang menurut Obon merupakan salah satu tugas pemerintah untuk memfasilitasinya.

“Pemerintah harus bikin pelatihan atau kalau bicara Disnaker Kabupaten Bekasi, kita pengen tau tuh, dimana si adanya BLK (Balai Latihan Kerja) Bekasi, kita kalah sama Negara – Negara lain, masa kota industri sebesar Kabupaten Bekasi kita belum punya BLK,” tutupnya.

Diketahui bahwa, Indonesia telah masuk dalam MEA. Kedepannya, bukan tidak mungkin jika perusahaan yang ada di Indonesia diisi oleh Tenaga Kerja Asing (TKA). (Nay)

Baca Juga

obon - bambang

Penolakan Revisi UU Ketenagakerjaan Terus Bergulir, Obon Tabroni: 85 Juta Buruh Formal Bakal Terdampak

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Rencana pemerintah untuk merevisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan …

Obon Tabroni | Batik Bekasi

Buruh Pabrik Diusulkan Pakai Seragam dengan Motif Batik Bekasi

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Batik Bekasi sudah dipakai oleh PNS hingga guru honorer di Kabupaten …