Salah seorang warga di Kp. Cihoe, Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah saat mengambil air dari kali yang keruh dan berwarna kecoklatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mencuci pakaian, piring dan mandi.
Salah seorang warga di Kp. Cihoe, Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah saat mengambil air dari kali yang keruh dan berwarna kecoklatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mencuci pakaian, piring dan mandi.

Bupati Bekasi Ungkap Solusi Jangka Panjang Atasi Kekeringan di Cibarusah

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Setiap musim kemarau tiba, sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi kerap mengalami kekeringan. Namun sejauh ini Pemerintah Daerah belum memberikan solusi permanen dan hanya memberikan bantuan dengan sebatas memasok air bersih menggunakan mobil tangki ke desa-desa yang mengalami kekeringan.

BACA: Atasi Kekeringan, BPBD Kabupaten Bekasi Salurkan 165 Ribu Liter Air Bersih

Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin mengatakan mengatakan, solusi jangka panjang untuk memecahkan masalah kekeringan di beberapa wilayah yang warganya terdampak kekerinngan adalah dengan melalui perluasan jangkauan layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Untuk mensuport hal itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi pun telah mengajukan Raperda Penyertaan Modal bagi PDAM Tirta Bhagasasi ke DPRD setempat.

“Penyertaan modal itu merupakan bagian dari bussines plant kita beberapa tahun kedepan. Kita tahu masih banyak PR di kita terutama untuk wilayah Cibarusah, Bojongmangu dan lain sebagainya makanya saya perintahkan Pak Usep (Direktur PDAM-red) untuk betul-betul konsen disini,” kata Neneng saat ditemui di acara peresmian kantor pusat PDAM Tirta Bhagasasi di Jl. Raya Inspeksi Kalimalang, Kp. Tegal Danas, Desa Hegarmukti Kecamatan Cikarang Pusat beberapa waktu lalu.

BACA: DPRD Bahas Dua Raperda Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Bekasi

Adapun nilai penyertaan modal bagi PDAM Tirta Bhagasasi yang dijukan Pemkab Bekasi sekitar Rp. 250 miliar. “Tetapi itu diberikan bertahap, paling nggak Rp. 50 miliar dulu di 2019. Dan untuk saluran ke  rumah-rumahnya lewat (program-red) MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah),” kata dia.

Sementara itu Direktur PDAM Tirta Bhagasasi, Usep Rahman Salim mengatakan saat ini kendala yang dihadapi PDAM untuk memasok air bersih ke wilayah tersebut yakni karena belum tersambungnya pipa Jaringan Distribusi Utama (JDU) dari Cikarang Selatan.

“Sumber air baku di wilayah tersebut tidak ada sehingga harus disuplai dari Cikarang Selatan. Saat ini pasokan air yang baru kita layani 75 liter perdetik dan baru akan meningkat setelah jaringan pipa selesai karena kita masih punya midle capacity 500 liter per detik di Cikarang Selatan,” kata Usep.

Usep mengatakan sejauh ini pihaknya baru bisa memberikan bantuan dengan memasok air bersih dengan menggunakan mobil tangki ke desa-desa yang mengalami krisis air bersih melalui BPBD Kabupaten Bekasi. (BC)

Baca Juga

Seleksi pemain Persikasi tahap kedua di Stadion Mini Cikarang Barat, Kamis (25/04).

30 Talenta Lokal Lolos Seleksi Pemain Persikasi Tahap Dua

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG BARAT – Dua tahap seleksi pemain sudah dilakoni Persikasi menjelang bergulirnya Liga 3 …

Pengawas Pemilu di Kabupaten Bekasi Bertumbangan, 36 Sakit Serta 1 Kecelakaan

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG UTARA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bekasi melaporkan hingga 25 April 2019, …