Bawaslu : Kabupaten Bekasi Raih Predikat Tingkat Partisipasi Pemilih Terendah Se Jawa Barat

golput-pilkada-bekasi
golput-pilkada-bekasi

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Dari Tiga Kabupaten dan Kota yang melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2017, Kabupaten Bekasi meraih predikat sebagai daerah yang tingkat partisipasinya paling rendah. Demikian disampaikan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bekasi, Herminus Koto.

“Dari tiga Kabupaten dan Kota yang melaksanakan Pilkada serentak 2017, Kabupaten Bekasi menjadi daerah yang partisipasi pemilihnya paling rendah dibandingkan Kota Cimahi dan Kota Tasikmalaya,” kata Herminus Koto.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, ada banyak faktor yang mempengaruhi hal itu dan perlu dianalisis secara mendetail agar bisa ditanggulangi. Harapannya tentu saja agar kedepannya, masyarakat benar-benar turut serta dalam Pemilihan Kepala Daerah.

“Apakah masyarakat itu setuju pada seluruh pasangan calon?  Kemudian apakah masyarakat yang tidak berpartisipasi itu, karena belum terakomodir dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap) atau apa? Ini perlu dianalisis,” ungkapnya.

Herminus menegaskan Bawaslu tidak memiliki kewenangan untuk meneliti hal itu. Beberapa analisis yang didapatkan, merupakan hasil temuan sesuai data yang diperoleh. Meskipun, secara khusus hal itu tidak masuk pada tugas dan fungsi pengawas.

“Yang penting bagi Bawaslu adalah agar seluruh pemilih menggunakan suara sesuai dengan mekanisme, suaranya sah dan agar satu orang pemilih tidak menggunakan suaranya berkali-kali. Itulah yang kita awasi,” kata Herminus.

Ia pun memastikan pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada seluruh unsur masyarakat yang ada. Dari mulai unsur pemuda, ulama, pelajar, Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan lain sebagainya.

Informasi yang BERITACIKARANG.COM himpun, 1.184.250 warga atau 61 persen jumlah pemilih menggunakan hak pilihnya di Pilkada 2017 ini. Dibanding Pilkada sebelumnya, yakni pada tahun 2012 hanya 51 persen, sehingga jumlah partisipan kali ini meningkat. Meski begitu, jumlah partisipan tidak memenuhi target yakni 77,5 persen. (BC)

Pos terkait